Special for Baby...

Monday, November 17, 2008

Speech Delay karena Nonton TV...?


Selamat Sore Mbak Nurul

Saya dapat alamat email ini dari salanh seorang teman ,, saya mau minta bantuan informasi ..

Anak saya umur 23 bulan laki laki dah bisa jalan umur 15 bulan ,, 3 bulan lalu belum bisa bicara (waktu umur 20 bulan), tapi umur 6 - 9 bulan dah ngoceh kadang tapi gak jelas.. dia selalu nonton TV dan film2 education dari umur 5 bulan durasi nonton bisa 5 s.d 6 jam sehari ,,anaknya waktu nonton TV cuek,, dipanggil susah bener gak noleh. 3 bulan terakhir kita stop total TV dan stimulasi dengan cara mengucapkan kata kata setiap benda yang dipegangnya , terus gambar gambar binatang ,buah,dll..yang dulu gak pernah kita lakukan. Di bulan kedua dia mulai bisa mengungkapkan beberapa suku kata seperti ti (roti) , su (susu), gi(pergi), am ( mamam) ,dan ini diucapkan dengan melihat benda yang dituju atau situasi yg pas(mis bilang egi ketika mau diajak pergi). Bulan ketiga dia mulai bisa mengucapkan beberapa kata kata baru tapi mulai lengkap seperti api ketika mengambil kembang api , bilang dada sambil melambaikan tangan dan melihat orang yg dituju..dan juga mulai bisa menunjuk gambar buah atau binatang kalau kita tanyakan mis : saya buka buku gambar anggur dan pepaya terus tanya pepaya mana dia akan tunjuk , nunjuk gambar ini seringnya dia mau lakukan sambil minum susu..

Yg jadi masalah kalo dipanggil dia akan menoleh kalo ada maksud yg dituju dalam pamggilan , misnya kamu mau pergi ,atau kamu mau susu, maka dia akan langsung noleh dan nyamperin , tapi kalo cuma dipanggil namanya doang kadang noleh kadang gak ,, tapi kalo orang baru yg datang ke rumah manggil namanya di jalan atau datang ke rumah dia akan langsung lihat dan perhatikan org tsb sambil malu malu kadang ngumpet ngelirik lirik.

Instruksi yang kita minta sperti dada , kiss bye , salam , tos ,kasi bola ini ke mama , ke papa , ke oma, sering dilakukan sambil melihat orang dituju.. Kalo mau sesuatu masih menarik tangan orang utk meminta tapi sambil menatap , atau mengambilkan benda misalnya ambil gelas kasi susternya , minta diisikan air Tidak ada perilaku berulang ulang , aktif tapi tidak merusak , kalo berlari pasti ada benda yg dituju, mau disuruh duduk kalo diperlukan mis pada saat makan atau bermain, suka sekali dan melihat mata orang dengan berbinar binar dan tertawa kalo diajak menyanyi bahkan bisa mengikuti gerakan topi saya bundar walau kadang2 salah walaupun dia belum bisa mengikuti dengan suara.

Menurut mbak apakah speech delay anak saya perlu penanganan khusus atau ada gejala autis gak ?? karena selain kata kata yg sesuai konteks tadi dia juga banyak bahasa planetnya yg tidak kita mengerti, selain itu perhatiannya dalam bermain masih agak rentan , paling menghadapi suatu objek atau benda yg dia suka sekitar 3 menit paling lama ditinggal..kecuali mainan tertentu , contoh dia suka nyusun kotak sampai tinggi dengan berbagai variasi dan setelah dia melakukan dia tepuk tangan lihat ke kita seperti mengungkapakan keberhasilannya , tapi masih bisa dialihkan perhatiannya mis ada insert , kamu mau roti gak ? sambil dilihatkan roti dia akan langsung beralih nyamperin ambil kue tsb

Thanks atas jawabannya sebelumnya mbak

Hans

Pak Hans terima kasih atas pertanyaannya. Saya kagum dengan pengamatan bapak terhadap perkembangan anaknya secara detail. Pak, anak-anak itu dapat berbicara karena adanya rangsangan yang bersifat dua arah menggunakan satu bahasa yang konsisten, dan intelegensi anak. Berbicara pun ada tahapannya. Dimulai dari menangis, mengoceh, bicara satu kata, dan bicara kalimat. Umumnya pada usia 1,5 tahun anak sudah mampu mengucapkan satu kata dan mampu menunjuk benda yang diucapkannya. Speech delay bisa terjadi karena kurangnya rangsangan yang bersifat dua arah (misal, anak hanya nonton TV saja, jarang diajak ngobrol), bisa juga karena inkonsistensi bahasa yang digunakan sehari-hari (misal, TV edukasi berbahasa asing, sedangkan sehari-hari berbahasa Indonesia dengan angota keluarga/teman/tetangga), ada masalah di otak anak, sehingga area bicara di otak kurang berkembang (ini perlu pemeriksaan lebih lanjut dari dokter anak spesialisasi syaraf anak), atau ada ganguan pendengaran (perlu pemeriksaan lebih lanjut). Untuk mendiagnosa seorang anak terlambat bicara atau tidak, perlu pemeriksaan dahulu. Dan jika terbukti terlambat bicara harus dilakukan terapi wicara sesegera mungkin, karena 5 tahun pertama otak berkembang pesat dan diharapkan jika anak mengikuti terapi sejak dini maka perkembangannya pun akan menggembirakan. Pak Hans, anak yang mengalami autis biasanya diikuti dengan speech delay, tetapi, tidak semua anak yang speech delay mengalami autis. Autis ditandai dengan gangguan komunikasi (misal terlambat bicara), gangguan perilaku (misal hand flapping secara berlebih) dan ganguan sosialisasi (misal asyik bermain sendiri, tidak ada kontak mata). Jadi, menurut saya putra bapak lebih sering diajak ngobrol dengan satu bahasa yang konsisten, dan ketika bapak memanggilnya, pastikan dia tidak sedang asyik melakukan aktivitas yang disukainya dan hindari memanggil anak, hanya untuk "mengetes"dia menoleh atau tidak saat dipanggil. Demikian saran dari saya, semoga bermanfaat. SALAM KELUARGA INDONESIA

1 comment:

Nien s said...

Pusat Terapi dan Tumbuh Kembang Anak (PTTKA) Rumah Sahabat Yogyakarta melayani deteksi dini anak berkebutuhan khusus, terapi terpadu untuk Autism, ADD, ADHD, Down syndrom, Cerebral palsy, terlambat bicara dll dg terapi wicara, sensori integrasi, behavior terapi, Renang& musik untuk anak berkebutuhan khusus, home visit terapi & program pendampingan ke sekolah umum. informasi lebih lanjut hubungi 0274 8267882 atau buka web www.pttkarumahsahabat.com


Sharing & Solution for your Children's Problem...

A Tribute to BSD City

A Tribute to BSD City
Khusus Warga BSD City

Info & Consultation

www.konsultasianak.tk

Special Need Children

Special Need Children
Only for Special Mother...