Special for Baby...

Sunday, October 19, 2008

Psikologi anak kami


Kepada Yth : Pengasuh rubrik konsultasi anak
Kami dikaruniai 2 anak, laki-laki dan perempuan. Anak laki-laki kami berumur 6.5 tahun kelas 1 SD. Dia bermasalah dalam hal perilaku. Setiap kali dia diajak ke tempat hiburan atau mall atau mendapat sesuatu yang dia merasa senang dia selalu over dalam melampiaskan kesenangannya namun pada saat dia mendapatkan apa yang tidak dia senangi dia akan merasa sangat bersedih (nelongso). dan dia mempunyai masalah dalam hal memperhatikan sesuatu atau dia kurang perhatian (konsentrasi) dalam suatu hal terutama pelajaran. Dia juga belum bisa melafalkan "r" dengan benar, padahal adiknya sudah bisa sejak usia 3 tahun. Akhir-akhir ini, setiap kali dia kami tegur bila melakukan kesalahan maka dia akan pura-pura tidak mendengar (cuek) sedangkan dia tahu dan mendengar dengan jelas kata2 kami. Sehingga kami lebih sering membentak karena kesal dengan perilakunya tersebut. Padahal bila menemui kesulitan hanya bisa merengek dan menunggu pertolongan kami. Kecenderungannya untuk memukul juga sering muncul terutama kepada adiknya bila tidak mau mendengar kata2nya, sehingga tiada satu haripun terlewat tanpa perkelahian dan tangisan anak2.
Apa yang harus kami lakukan dalam menangani hal tersebut. Apakah perilaku tersebut dikategorikan masih dalam taraf wajar atau perlu adanya tindakan khusus bagi anak tersebut.
Demikian mohon tanggapan dari permasalahan kami. Atas tanggapan dari permasalahan tersebut kami mengucapkan banyak terima kasih.
Mochamad Musyaffa dan Keluarga

Jawab: Bpk M & Keluarga, terima kasih atas kepercayaannya. Saya mohon maaf baru bisa menjawab pertanyaan karena kasibukan. Saya turut prihatin dengan keluarga bapak. Pak, setiap anak mempunyai cara yang berbeda dalam mengekspresikan emosinya. Ada yang "datar", ada yang menurut bapak "over", padahal "over" itu menurut pandangan kita sebagai orang dewasa. Bagaimanakah "over" yang dimaksud dalam melampiaskan emosi pada putra bapak? Berilah pengertian pada putra bapak ketika dia belum berhasil mendapatkan sesuatu yang diinginkannya agar tidak kecewa, dan jika bapak mempunyai "janji" tertentu pada anak, mohon tunaikan janji tersebut agar anak tidak kecewa ketika ia menagih janji tersebut. Ketika bapak memberi pengertian, kondisi bapak juga dalam keadaan tenang, dan tidak marah. Untuk masalah konsentrasi, apakah disemua pelajaran atau pelajaran tertentu saja? Kurang konsentrasi di rumah, di sekolah, atau di dua tempat tersebut? Atau dia merasa menemukan kesulitan menghadapai pelajaran, tetapi dia bingung mengungkapkannya. Dampingi anak dalam belajar, ajari dengan tenang, ketika mengajari anak tahap demi tahap, bahasa singkat dan sederhana. Jika cara tersebut belum berhasil, mohon menghubungi psikolog pendidikan/psikolog anak untuk pemeriksaan lebih lanjut tentang atensi/konsentrasi anak. Untuk masalah belum bisa melafalkan huruf "r", coba bapak latih dengan cara memberikan kata-kata yang banyak mempunyai huruf "r", misal "ramai" (huruf "r" di awal), "marah" (huruf "r" di tengah), dan "kotor" (huruf "r" di akhir), tentunya dengan cara yang menyenangkan dan sambil bermain bersama adik, atau anggota keluarga lainnya. Hindari memaksa pada anak. Pak, ketika putra bapak melakukan kesalahan, dan bapak menegurnya, bagaimanakah cara bapak menegur? Apakah dengan kalimat yang panjang sambil marah dan tidak berhadapan dengan anak? Ataukah dengan cara sambil menatap anak, beri "teguran" dengan kalimat singkat dan jelas dengan cara pandang anak yang berpikir konkrit, dan meminta anak mengulangi apa yang telah diucapkan oleh bapak/ibu? Sedangkan kecenderungan putra bapak memukul adik, apakah bapak/ibu pernah memukulnya? Apakah anak melihat tontonan kekerasan sehingga ia meniru? atau mungkin ia membalas pukulan tersebut dengan melampiaskan pada adiknya? Beri pengertian pada anak mana perilaku yang baik/boleh dan mana perilaku yang tidak baik/tidak boleh. Tentunya saat memberi penjelasan pada anak, sebagai orang tua juga harus dalam keadaan tenang dan penjelasan yang diberikan juga singkat dan sederhana. Jadi, sebagai orang tua, kita juga sebaiknya memberi contoh yang terpuji untuk anak, karena anak belajar dari lingkungannya, dan lingkungan yang pertama adalah di rumah. Seimbangkan dalam memberikan hadiah/hukuman bagi anak agar anak mempunyai kepribadian yang sehat dan harga diri. Selamat mencoba saran dari saya, semoga bermanfaat dan memberikan hasil yang positif. SALAM KELUARGA INDONESIA

2 comments:

hansin said...

Selamat siang Mbak Nurul

Pertanyaan mengenai tumbuh kembang anak batita sy mohon dibantu

Anak saya umur 23 bulan laki laki dah bisa jalan umur 15 bulan ,, 3 bulan lalu belum bisa bicara (waktu umur 20 bulan), tapi umur 6 - 9 bulan dah ngoceh kadang tapi gak jelas.. dia selalu nonton TV dan film2 education dari umur 5 bulan durasi nonton bisa 5 s.d 6 jam sehari ,,anaknya waktu nonton TV cuek,, dipanggil susah bener gak noleh. 3 bulan terakhir kita stop total TV dan stimulasi dengan cara mengucapkan kata kata setiap benda yang dipegangnya , terus gambar gambar binatang ,buah,dll..yang dulu gak pernah kita lakukan. Di bulan kedua dia mulai bisa mengungkapkan beberapa suku kata seperti ti (roti) , su (susu), gi(pergi), am ( mamam) ,dan ini diucapkan dengan melihat benda yang dituju atau situasi yg pas(mis bilang egi ketika mau diajak pergi). Bulan ketiga dia mulai bisa mengucapkan beberapa kata kata baru tapi mulai lengkap seperti api ketika mengambil kembang api , bilang dada sambil melambaikan tangan dan melihat orang yg dituju..dan juga mulai bisa menunjuk gambar buah atau binatang kalau kita tanyakan mis : saya buka buku gambar anggur dan pepaya terus tanya pepaya mana dia akan tunjuk , nunjuk gambar ini seringnya dia mau lakukan sambil minum susu..

Yg jadi masalah kalo dipanggil dia akan menoleh kalo ada maksud yg dituju dalam pamggilan , misnya kamu mau pergi ,atau kamu mau susu, maka dia akan langsung noleh dan nyamperin , tapi kalo cuma dipanggil namanya doang kadang noleh kadang gak ,, tapi kalo orang baru yg datang ke rumah manggil namanya di jalan atau datang ke rumah dia akan langsung lihat dan perhatikan org tsb sambil malu malu kadang ngumpet ngelirik lirik.

Instruksi yang kita minta sperti dada , kiss bye , salam , tos ,kasi bola ini ke mama , ke papa , ke oma, sering dilakukan sambil melihat orang dituju.. Kalo mau sesuatu masih menarik tangan orang utk meminta tapi sambil menatap , atau mengambilkan benda misalnya ambil gelas kasi susternya , minta diisikan air Tidak ada perilaku berulang ulang , aktif berlari kesana kemari tapi tidak merusak , mau disuruh duduk kalo diperlukan mis pada saat makan atau bermain, suka sekali dan melihat mata orang dengan berbinar binar dan tertawa kalo diajak menyanyi bahkan bisa mengikuti gerakan topi saya bundar walau kadang2 salah walaupun dia belum bisa mengikuti dengan suara.

Menurut mbak apakah speech delay anak saya perlu penanganan khusus atau ada gejala autis gak ?? karena selain kata kata yg sesuai konteks tadi dia juga banyak bahasa planetnya ngoceh yg tidak kita mengerti, selain itu perhatiannya dalam bermain masih agak rentan , paling menghadapi suatu objek atau benda yg dia suka sekitar 3 menit paling lama ditinggal..kecuali mainan tertentu , contoh dia suka nyusun kotak sampai tinggi dengan berbagai variasi dan setelah dia melakukan dia tepuk tangan lihat ke kita seperti mengungkapakan keberhasilannya , tapi masih bisa dialihkan perhatiannya mis ada insert , kamu mau roti gak ? sambil dilihatkan roti dia akan langsung beralih nyamperin ambil kue tsb

Thanks atas jawabannya sebelumnya mbak

Hans

maria said...

selamat sore mbak......
nama saya maria 27 thn dan dianugrahi seorang anak perempuan yang cerdas lincah dan sangat ekspresif yang saat ini berusia 3 tahun 8 bulan.... d saat ini sudah bisa menghafal beberapa lagu anak2 pendek mandarin dan separuh liric dari soundtrack Film2 yang setip hari ditontonnya...... yang saya khawatirkan tentang anak saya adalah saat ini dia sudah mulai bisa dan berniat berbohong,pandai berkelit dan mulai menghayalkan tentang pangeran impiannya seperti di film anak2 yang ditontonnya.... dan gaya dan prilaku mulai agak centil dan pesolek dan mulai bisa menilai dan memilih sesuatu yang dianggapnya bagus dan sesuai selaranya...... padahal sedari kecil anak saya tidak pernah saya ijinkan untuk nonton sinetron di TV, hari2nya bermain dirumah dan disekolah dengan teman2nya (anak saya mulai ikut palygroup sejak usia 2 tahun) nonton film2 kartun anak koleksinya,belajar dengan saya,jalan2......
jadi yang benar igin saya tanyakan adalah wajarkah prilaku anak saya mulai berniat berbohong (walaupun ketahuan sebelumnya dan dia mengakuinya), mulai menghayalakan pangeran impiannya diusianya yang baru 3 tahun 8 bulan itu? apakah memenga ada kecenderungan anak seusia itu bersikap seperti itu...?
thanks sebelumnya.....


Sharing & Solution for your Children's Problem...

A Tribute to BSD City

A Tribute to BSD City
Khusus Warga BSD City

Info & Consultation

www.konsultasianak.tk

Special Need Children

Special Need Children
Only for Special Mother...